Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Global untuk Percepat Inovasi Berkelanjutan


11 Jun 2026/wizdan ulum/Informasi/6 View

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi riset antarnegara berkembang guna mempercepat lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan PengembanganFauzan Adziman, saat menghadiri COMSATS-ITS Conference 2026 yang berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Rabu (10/6).

Konferensi yang mengusung tema “Emerging Technologies for Sustainable Development” ini menjadi bagian dari rangkaian The 26th Meeting of COMSATS Coordinating Council. Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pimpinan institusi sains, serta berbagai pemangku kepentingan dari 27 negara anggota COMSATS untuk memperkuat jejaring kerja sama dan pertukaran pengetahuan di bidang sains dan teknologi.

 

Forum Strategis untuk Memperkuat Jejaring Riset

COMSATS-ITS Conference 2026 menjadi wadah penting bagi negara-negara berkembang untuk berbagi pengalaman, memperluas kemitraan penelitian, dan membangun kolaborasi dalam pengembangan teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Rektor ITSBambang Pramujati, menyampaikan bahwa konferensi ini membuka peluang besar bagi perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan sektor industri untuk memperkuat sinergi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak luas.

Menurutnya, ITS terus mengembangkan berbagai bidang riset unggulan seperti energi terbarukan, teknologi penyimpanan energi, teknologi maritim, kecerdasan artifisial (AI), robotika, dan transformasi digital. Bidang-bidang tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional.

 

Peran COMSATS dalam Pengembangan Sains dan Teknologi

Executive Director COMSATSAmbassador Mohammad Nafees Zakaria, menegaskan bahwa COMSATS memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama sains dan teknologi di antara negara-negara berkembang. Melalui berbagai program yang dijalankan, COMSATS mendorong pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas peneliti, dan pengembangan kolaborasi riset internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu negara anggota menghadapi berbagai tantangan pembangunan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

 

BACA JUGA: Kemdiktisaintek Dorong Kampus Cetak Wirausahawan Muda untuk Perkuat Ekonomi Nasional

 

Kolaborasi Internasional sebagai Kunci Menghadapi Tantangan Global

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Risbang Fauzan Adziman menekankan bahwa tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Oleh karena itu, kolaborasi internasional menjadi faktor penting dalam menghasilkan solusi yang lebih cepat dan efektif. Berbagai isu seperti ketahanan pangan, transisi energi, perubahan iklim, hingga transformasi digital membutuhkan dukungan riset yang kuat dan kerja sama lintas negara agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Riset tidak boleh berhenti pada publikasi. Riset harus menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Fauzan.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia terus mendorong penguatan riset dan inovasi pada sektor-sektor strategis, termasuk energi terbarukan, teknologi maritim, kecerdasan buatan, robotika, dan transformasi digital. Pengembangan bidang tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

Pentingnya Kerja Sama Selatan-Selatan

Fauzan juga menyoroti pentingnya kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation) sebagai sarana untuk memperkuat kapasitas penelitian di negara-negara berkembang. Melalui pendekatan ini, setiap negara dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masing-masing. Selain mempercepat proses inovasi, kerja sama tersebut juga dapat membantu menghasilkan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi negara berkembang. Menurutnya, kolaborasi yang semakin erat akan membuka peluang lahirnya berbagai proyek riset lintas negara yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

 

Peran Perguruan Tinggi dalam Ekosistem Inovasi

Pada kesempatan yang sama, Kemdiktisaintek memberikan apresiasi kepada ITS yang dinilai aktif membangun ekosistem riset dan inovasi yang kuat. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara peneliti, pemerintah, industri, dan mitra internasional. Dengan peran tersebut, hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Melalui keterlibatan aktif dalam forum internasional seperti COMSATS, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama global dan meningkatkan kualitas riset nasional.

 

COMSATS-ITS Conference 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam jejaring riset global. Melalui kolaborasi internasional, khususnya kerja sama antarnegara berkembang, berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transformasi digital dapat dihadapi secara lebih efektif. Kemdiktisaintek menegaskan bahwa riset harus menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, sementara perguruan tinggi dan lembaga penelitian memiliki peran penting dalam mewujudkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

 

Sumber Berita: 

Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Riset Negara Berkembang melalui COMSATS-ITS Conference 2026