Mengetahui Jenis-Jenis Etika


28 Okt 2022/dr. joseph teguh santoso, m.kom/Informasi/145 View

K. Bertens berpendapat bahwa etika adalah nilai moral dan norma yang menjadi pedoman bagi individu maupun kelompok. Etika mengatur tindakan atau perilaku manusia dalam bermasyarakat. Etika juga berkaitan dengan moral dan kode etik.

Etika berfungsi mengatur sikap seseorang kepada orang lain, sehingga tercipta keadaan lingkungan yang harmonis. Individu yang beretika secara tidak langsung sedang menunjukkan intelektualitasnya.

Ada bermacam jenis etika yang bisa Anda jumpai di lingkungan sekitar Anda. Mulai dari etika berteman, etika berprofesi, etika dalam bekerja, etika bisnis, etika berkomunikasi, dan lainnya. Contoh etika sederhana yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti mengucapkan salam, meminta maaf, dan mengucapkan terima kasih.

Ada beberapa jenis etika yang perlu diketahui, di antaranya sebagai berikut :

1. Etika Teknik

Etika teknik bukan tentang mengkhotbahkan kebajikan, tetapi tentang meningkatkan kemampuan seseorang sebagai insinyur untuk menangani secara bertanggungjawab masalah moral yang diangkat oleh kegiatan teknologi mereka.

2. Etika Berbasis Manusia

Jenisetika ini juga dikenal sebagai antroposentris atau 'pusat manusia'. Keyakinan antroposentris mengungkapkan bahwa manusia adalah satu-satunya pembawa nilai intrinsik, atau bahwa mereka memiliki nilai intrinsik yang lebih besar daripada sifat non-manusia. Dimasukkannya manusia dalam etika memainkan peran yang begitu penting sehingga antroposentrisme dapat dikatakan berfokus pada etika manusia.

3. Etika Berbasis Sains

Jenis etika berikutnya adalah etika berbasis sains. Istilah etika sains dapat merujuk pada etika dalam sains. Etika ilmiah merupakan salah satu cabang dari etika terapan. Etika ilmiah adalah bagian dari etika profesional, kode etik khusus yang dipatuhi oleh mereka yang mempraktikkan apa yang disebut profesi. Ini berbeda dari moralitas dan teori moral biasa, tetapi lebih konsisten.

4. Etika Biosentris

Etikabiosentris mengacu pada teoriyang menyatakan bahwa semua kehidupan memiliki nilai-nilai yang melekat yang dikenal sebagai etika biosentris. Etika biosentris mewakili perbedaan yang mencolok dari pemikiran etis klasik dan tradisional, yang berfokus pada sikap dan karakter daripada nilai-nilai moral.

5. ETIKA Ekosentris

Istilahetika ekosentris diciptakan oleh "Aldo Leopold" untuk menekankan integritas ekologis. Etika ekosentris lebih bersifat holistik daripada etika individualistis. Etika ekosentris melihat ekologi dalam beberapa cara sebagai bantuan untukmenjelaskan dan mempertahankan kesimpulannya.

6. Etika Keagamaan

Dalam penerapan lain, etika semacam ini juga dikenal di lembaga-lembaga keagamaan di seluruh dunia. Peran ini dilakukan untuk memungkinkan orang bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri.