Peranan Etika dalam Kehidupan Sehari-Hari


27 Okt 2022/dr. joseph teguh santoso, m.kom/Informasi/147 View

Aristoteles mendefinisikan etika menjadi dua bagian berbeda, yaitu : 

1. Terminius technicus, adalah etika yang dipelajari sebagai ilmu pengetahuan tentang perbuatan manusia. 

2. manner and cutom artinya etika yang berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat pada diri manusia.

Etika termasuk bagian dari filsafat yang meliputi hidup baik, seseorang berbuat baik, dan menginginkan hal-hal yang baik dalam hidupnya.

Etika adalah cabang ilmu yang mempelajari nilai dan norma. Etika termasuk perilaku sopan, adab  dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip dari buku Etika Bisnis, Prinsip dan Relevansinya, tujuan etika adalahsebagai berikut :

• Etika adalah sarana untuk berorientasi pada kehidupan manusia.

• Punya kedalaman sikap, bisa melatih kemandirian, dan tanggung jawab untuk kehidupan.

• Memberitahukan pada orang lain bagaimana mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

• Memimpin pengembangan masyarakat menuju kehidupan yang damai, sejahtera, tertib, dan harmonis.

Etika memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika bermasyarakat, di lingkungan pekerjaan dan di lingkungan pendidikan.

Etika didefinisikan sebagai disiplin, nilai, integritas, dan kejujuran seseorang saat berada di tengah orang lain yang Kemudian akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan kita tidak hanya memengaruhi diri kita sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

Etikamempengaruhi perilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Etika juga berperan dalam mengatur hidup kita dan bertindak secara bertanggung jawab.

Pentingnyaetika tidak dapat diabaikan dalam banyak bidang kehidupan, termasukpendidikan dan praktik kerja, apalagi keduanya saling berkaitan dalam mengikuti jejak profesi. Etika membantu menetapkan standar untuk apa yang dapat diterima dan apa yang tidak.

Sebenarnya, etika tidak perlu diajarkan secara khusus. Etika akan terbentuk dan dipelajari sendiri dalam lingkungan keluarga, sekolah, pengajian, dan masyarakat umum. Namun, hal itu tentu bukan jaminan bagi seseorang untuk menerima berbagai pelajaran positif yang berkenaan dengan etika.

Seseorang yang hidup dan dibesarkan di lingkungan “tidak baik” akan tumbuh menjadi sosok kurang beretika. Orang tersebut akan berlaku bebas sesuai keinginannya tanpa memperhatikan perasaan orang lain dan hanya berpikir bahwa apa yang dilakukan haruslah berdampak baik baginya meskipun tidak baik bagi orang lain.

Inti dari semua pelajaran mengenai etika adalah bagaimana diri kita mampu menghargai orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Persoalan etika merupakan salah satu masalah sensitif. Etika akan menuntun seseorang untuk hidup semestinya dengan cara yang dibenarkan oleh semua orang.