TikTok Konfirmasi PHK Karyawan Tokopedia, Restrukturisasi Dilakukan untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

Kabar mengenai Tokopedia PHK karyawan menjadi perhatian publik setelah beredar kabar mengenai pengurangan tenaga kerja di perusahaan e-commerce tersebut. Isu itu mencuat usai akun Instagram @ecommurz mengunggah informasi yang menyebut ByteDance, perusahaan induk TikTok, memangkas sekitar 90 persen karyawan Tokopedia dan hanya mempertahankan sekitar 10 persen tenaga kerja setelah integrasi bisnis dengan TikTok Shop pada Kamis (2/7/2026).
Rumor tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi. Menanggapi kabar yang beredar, TikTok akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Dikutip dari CNN Indonesia, perusahaan mengonfirmasi adanya restrukturisasi organisasi yang berdampak pada sebagian karyawan. Namun, TikTok tidak membenarkan angka 90 persen maupun mengungkap jumlah pasti pegawai yang terdampak PHK. Perusahaan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
ByteDance Menjadi Pemegang Saham Mayoritas Tokopedia
Dilansir dari Bloomberg Technoz, nama ByteDance menjadi sorotan karena merupakan perusahaan induk TikTok yang mengendalikan operasional TikTok Shop secara global. Setelah transaksi strategis yang rampung pada akhir 2023, TikTok melalui ByteDance resmi menguasai 75,01 persen saham PT Tokopedia, sedangkan GoTo masih memiliki 24,99 persen saham.
Integrasi tersebut membuat operasional Tokopedia dan TikTok Shop semakin terhubung, mulai dari pengembangan teknologi, produk, hingga strategi bisnis. Oleh karena itu, berbagai kebijakan penyesuaian organisasi pasca integrasi kerap dikaitkan dengan ByteDance. Meski demikian, klarifikasi resmi mengenai restrukturisasi dan PHK disampaikan oleh pihak TikTok, bukan ByteDance.
Restrukturisasi Difokuskan pada Divisi Riset dan Pengembangan
Dikutip dari Kompas.com, TikTok menjelaskan bahwa restrukturisasi dilakukan pada divisi Research and Development (R&D) sebagai bagian dari upaya menyelaraskan organisasi setelah proses integrasi bisnis. Perusahaan menilai langkah tersebut diperlukan agar sumber daya dapat difokuskan pada area yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat inovasi produk untuk pengguna, penjual, maupun kreator di ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop. TikTok juga menyampaikan bahwa keputusan melakukan PHK bukanlah keputusan yang mudah. Perusahaan menyatakan akan memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama masa transisi.
BACA JUGA: Korupsi MBG Makin Meluas, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka dari Proyek Ompreng hingga Motor Listrik
Rumor PHK Massal Masih Belum Terbukti
Dilansir dari Bloomberg Technoz, unggahan yang viral di media sosial menyebut sekitar 90 persen karyawan Tokopedia terkena PHK, sementara hanya sekitar 10 persen pegawai yang dipertahankan. Informasi tersebut berasal dari unggahan akun @ecommurz dan kemudian menjadi perbincangan luas.
Namun, hingga saat ini TikTok belum pernah mengkonfirmasi angka tersebut. Perusahaan juga belum mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak maupun divisi lain di luar R&D yang mengalami penyesuaian organisasi. Dengan demikian, informasi mengenai persentase PHK masih sebatas klaim yang beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya berdasarkan pernyataan resmi perusahaan.
TikTok Tegaskan Komitmen Berinvestasi di Indonesia
Dikutip dari CNN Indonesia, TikTok menegaskan bahwa restrukturisasi organisasi tidak mengurangi komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis di Indonesia. Perusahaan menyatakan akan tetap berinvestasi dalam pengembangan teknologi, meningkatkan kualitas layanan Tokopedia dan TikTok Shop, serta mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui ekosistem perdagangan digital yang terintegrasi. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa restrukturisasi merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan langkah untuk mengurangi fokus perusahaan terhadap pasar Indonesia.
Restrukturisasi Dinilai sebagai Langkah Efisiensi
Dilansir dari Kompas.com, restrukturisasi yang dilakukan setelah integrasi Tokopedia dan TikTok Shop dinilai sebagai langkah penyesuaian organisasi yang umum dilakukan perusahaan teknologi setelah proses merger atau akuisisi. Penyesuaian tersebut bertujuan mengurangi tumpang tindih fungsi antar divisi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempercepat pengembangan produk agar perusahaan mampu bersaing di tengah kompetisi industri e-commerce yang semakin ketat.
Kabar mengenai Tokopedia PHK karyawan yang dikonfirmasi TikTok merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi pasca integrasi bisnis Tokopedia dan TikTok Shop yang berada di bawah naungan ByteDance.
Meski rumor mengenai 90 persen karyawan terkena PHK ramai diperbincangkan di media sosial, dikutip dari CNN Indonesia, Kompas.com, dan Bloomberg Technoz, TikTok tidak membenarkan angka tersebut maupun mengungkap jumlah pasti pegawai yang terdampak. Perusahaan menegaskan bahwa restrukturisasi dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang serta memastikan investasi dan pengembangan ekosistem perdagangan digital di Indonesia tetap berlanjut.
Recent Posts
Panduan Lengkap Pendaftaran Mahasiswa Baru untuk... 03.07.2026/21 View
Kuliah Siap Kerja: Cara Cerdas Mempersiapkan... 03.07.2026/21 View
Jurusan Hukum Menjadi Langkah Strategis untuk... 03.07.2026/19 View
Persiapkan Karier Sejak Kuliah Bersama Kampus... 03.07.2026/19 View
