Australia Tersingkir Dramatis, Mesir Cetak Sejarah Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Lewat Adu Penalti

Australia harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Mesir melalui adu penalti pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. Setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit, Mesir tampil sempurna dalam adu penalti dan menang dengan skor 4-2 untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir. Untuk pertama kalinya, The Pharaohs berhasil memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia, sekaligus menjaga asa melangkah lebih jauh pada edisi Piala Dunia 2026 ini.
Mesir Unggul Lebih Dulu Lewat Emam Ashour
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal. Mesir langsung memberikan tekanan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui sundulan Emam Ashour yang memanfaatkan umpan matang dari Karim Hafez di sisi sayap.
Gol tersebut menjadi gol pertama Mesir di fase gugur Piala Dunia sejak penampilan perdana mereka pada edisi 1934. Selain itu, Ashour juga tercatat sebagai pencetak gol pertama Mesir di Piala Dunia 2026 sekaligus pemain pertama yang mencetak gol bagi The Pharaohs di fase gugur Piala Dunia sejak turnamen 1934, ketika Mesir terakhir kali tampil dalam format gugur pada putaran final.
Setelah gol tersebut, Australia harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Meski menguasai bola dalam beberapa periode permainan, Socceroos kesulitan menembus rapatnya lini pertahanan Mesir yang tampil disiplin.
Australia Bangkit Berkat Gol Bunuh Diri
Australia akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Tekanan yang terus diberikan membuahkan hasil setelah bek Mesir Mohamed Hany secara tidak sengaja memasukkan bola ke gawangnya sendiri saat berusaha menghalau umpan silang. Gol bunuh diri tersebut juga membuat Hany menjadi pemain pertama sejak Piala Dunia 1966 yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia putra, setelah sebelumnya juga mencetak gol ke gawangnya sendiri saat menghadapi Belgia pada fase grup.
Selain itu, gol tersebut juga membuat Piala Dunia 2026 resmi memecahkan rekor jumlah gol bunuh diri terbanyak dalam satu edisi turnamen (13), melampaui rekor 12 gol bunuh diri yang tercipta pada Piala Dunia 2018. Gol bunuh diri itu pun menghidupkan kembali harapan Australia. Kedua tim kemudian saling menciptakan peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir dan penampilan gemilang para penjaga gawang membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Laga Sengit Berlanjut Hingga Perpanjangan Waktu
Memasuki babak tambahan, Australia maupun Mesir sama-sama berupaya mencari gol kemenangan. Peluang silih berganti tercipta, termasuk sejumlah penyelamatan penting dari kedua penjaga gawang. Mesir sempat tampil lebih agresif pada penghujung laga, namun Australia juga beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat. Meski begitu, tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Adu Penalti Jadi Penentu Nasib
Dalam babak adu penalti, Mesir menunjukkan ketenangan luar biasa dengan sukses mengeksekusi seluruh empat tendangan mereka. Sebelum adu penalti dimulai, pelatih Australia Tony Popovic membuat keputusan berani dengan menarik Patrick Beach dan memasukkan Matt Ryan khusus untuk menghadapi babak adu penalti. Keputusan tersebut menjadikan Ryan sebagai penjaga gawang kedua dalam sejarah Piala Dunia putra yang masuk sebagai pemain pengganti hanya untuk adu penalti, setelah Tim Krul melakukannya saat Belanda menghadapi Kosta Rika pada perempat final Piala Dunia 2014.
Namun, keputusan tersebut tidak membuahkan hasil karena Ryan gagal melakukan satu pun penyelamatan terhadap empat tendangan penalti para pemain Mesir. Sementara itu, kapten Mohamed Salah menunjukkan ketenangan luar biasa dengan mengeksekusi penalti menggunakan gaya panenka, mengecoh Ryan dan membawa Mesir semakin dekat menuju kemenangan. Sebaliknya, Australia gagal memanfaatkan dua kesempatan emas setelah Harry Souttar dan Lucas Herrington tidak mampu menaklukkan kiper Mesir. Mesir akhirnya menang adu penalti dengan skor 4-2. Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo Australia, sedangkan Hossam Abdelmaguid menjadi penendang terakhir yang memastikan kemenangan Mesir. Kemenangan itu memastikan Mesir melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, sementara Australia harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026.
Mohamed Salah Pimpin Mesir Ukir Sejarah
Kapten Mesir Mohamed Salah, yang baru pulih dari cedera, tampil penuh selama pertandingan dan ikut menyumbangkan gol dalam babak adu penalti. Seusai laga, ia mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim yang berhasil menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Mesir.
Dengan kemenangan ini, Mesir berhasil memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia dan memastikan langkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak penampilan perdana mereka pada edisi 1934. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Mesir di ajang Piala Dunia. Pada babak 16 besar nanti, Mesir akan menghadapi Argentina, yang sebelumnya menyingkirkan Tanjung Verde. Sementara itu, Australia harus mengakhiri perjuangannya di Piala Dunia 2026 meski mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Laga antara Australia vs Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini menghadirkan pertandingan yang berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Mesir menunjukkan mentalitas yang lebih baik pada momen penentuan sehingga berhasil mengamankan kemenangan 4-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil ini menjadi catatan bersejarah bagi Mesir karena berhasil meraih kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia sejak 1934 sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Australia harus mengakhiri perjuangannya di Piala Dunia 2026 meski telah memberikan perlawanan yang ketat sepanjang pertandingan.
Recent Posts
Perencanaan Bangunan Menjadi Kunci Mewujudkan Konstruksi... 04.07.2026/11 View
Program Studi S1 Teknik Sipil Membuka... 04.07.2026/9 View
Prospek Kerja Teknik Informatika di Era... 04.07.2026/7 View
Australia Tersingkir Dramatis, Mesir Cetak Sejarah... 04.07.2026/47 View
