Indonesia dan Australia Perkuat Kemitraan Riset dan Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Inovasi Berkelanjutan


10 Jun 2026/wizdan ulum/Informasi/27 View

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Selasa (10/6/2026).

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga diperluas ke bidang sains, teknologi, dan inovasi. Sejumlah sektor prioritas yang menjadi perhatian bersama meliputi ketahanan energi, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, hilirisasi industri, dan peningkatan daya saing nasional.

 

Penguatan Talenta melalui Program Beasiswa

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Chief Scientist Australia, Tony Haymet, Pemerintah Australia kembali menegaskan dukungannya terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui program Australia Awards Scholarships. Program tersebut setiap tahun menyediakan lebih dari 760 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, termasuk 10 beasiswa pascasarjana khusus bagi kepala sekolah dan guru Sekolah Garuda.

Kedua negara juga membahas pengembangan desain baru Australia Awards pasca-2027 yang diarahkan untuk memperluas format beasiswa, memperkuat kemitraan kelembagaan, serta menyesuaikan program dengan kebutuhan dan prioritas strategis kedua negara.

Menurut Menteri Brian, kerja sama pendidikan yang telah berlangsung selama ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan talenta Indonesia. Ke depan, sinergi antara pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi diharapkan semakin terintegrasi sehingga mampu menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami ingin membangun kemitraan yang lebih erat dengan universitas-universitas Australia agar mampu menghasilkan pendidikan dan penelitian berkelas dunia, sekaligus memperkuat kapasitas inovasi dan daya saing Indonesia," ujar Menteri Brian.

 

Mendorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Jejaring Akademik

Selain program beasiswa, kedua negara juga berkomitmen memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi. Selama lebih dari 15 tahun, Monash University dan University of Melbourne telah menjadi mitra strategis berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang riset kesehatan, pertukaran peneliti, penempatan riset, hingga pengembangan kurikulum bersama.

Indonesia dan Australia juga membahas peluang menghadirkan ilmuwan terkemuka Australia, termasuk peraih Nobel, dalam berbagai forum ilmiah dan konferensi internasional di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.

 

BACA JUGA: Indonesia dan Rumania Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset Strategis

 

Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Nasional

Tony Haymet memaparkan sejumlah peluang kerja sama dalam bidang sains dan teknologi, mulai dari penguatan infrastruktur riset hingga peningkatan investasi penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Diskusi juga mencakup strategi pemanfaatan hasil riset agar lebih berdampak bagi masyarakat serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan sektor industri.

Australia turut berbagi pengalaman mengenai reformasi ekosistem riset nasional melalui berbagai inisiatif, seperti National Resilience and Science Council, agenda Ambitious Australia, serta program Future Made in Australia. Berbagai kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan investasi riset, memperkuat inovasi, dan mendorong pengembangan industri berbasis pengetahuan. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan upaya Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi yang lebih kuat dan kompetitif di tingkat global.

 

Mendukung Prioritas Pembangunan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan kuat dari sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain ketahanan energi, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dan hilirisasi industri. Pada sektor energi, Indonesia terus mendorong pengembangan teknologi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan guna memperkuat kemandirian energi nasional serta mendukung transisi energi.

Kunjungan Chief Scientist Australia ke Indonesia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi sains melalui dialog kebijakan, pertukaran pengetahuan, dan penjajakan kerja sama riset strategis yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan ketahanan nasional.

 

Indonesia dan Australia semakin memperkuat kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, sains, dan inovasi sebagai fondasi pembangunan masa depan. Melalui pengembangan talenta, perluasan program beasiswa, penguatan kolaborasi perguruan tinggi, serta peningkatan investasi riset dan inovasi, kedua negara berupaya menciptakan ekosistem yang lebih produktif dan berdaya saing. Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

 

Sumber Berita:

Indonesia–Australia Perluas Kolaborasi Riset, dan Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan