Malvinas Kembali Memanas Usai Pemain Argentina Bawa Pesan Politik Setelah Kalahkan Inggris


17 Jul 2026/wizdan ulum/berita/19 View

Isu Malvinas kembali menjadi sorotan internasional setelah sejumlah pemain Argentina membentangkan spanduk bernuansa politik usai mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Aksi tersebut kembali menghidupkan perdebatan mengenai sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Argentina berhasil menundukkan Inggris dengan skor 2-1 dalam pertandingan semifinal yang digelar pada Rabu, 15 Juli 2026. Seusai laga, Lisandro Martínez dan Giovani Lo Celso terlihat membawa spanduk yang memuat klaim Argentina atas Kepulauan Malvinas.

Dilansir Reuters, spanduk tersebut menampilkan pesan Las Malvinas Son Argentinas yang berarti Malvinas adalah milik Argentina. Aksi itu langsung mendapat perhatian karena FIFA memiliki aturan yang melarang penyampaian pesan politik di dalam stadion. Hingga saat ini, FIFA belum mengumumkan keputusan resmi terkait insiden tersebut.

Aksi pemain Argentina mendapat sorotan

Aksi yang dilakukan para pemain Argentina memicu reaksi dari sejumlah pihak. Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle bahkan meminta agar insiden tersebut diselidiki lebih lanjut.

Ia menilai pesan politik seharusnya tidak dibawa ke dalam pertandingan sepak bola. Pernyataan tersebut menambah perhatian terhadap aksi para pemain Argentina yang terjadi di tengah suasana kemenangan.

Dikutip berdasarkan laporan Reuters, sengketa Malvinas atau yang dikenal sebagai Falkland Islands oleh Inggris merupakan persoalan panjang antara kedua negara. Argentina dan Inggris pernah terlibat perang pada 1982 untuk memperebutkan kepulauan di kawasan Atlantik Selatan tersebut.

Konflik itu berakhir dengan Malvinas tetap berada di bawah kendali Inggris. Perang tersebut juga menimbulkan korban jiwa dari kedua pihak.

Malvinas memiliki arti penting bagi Argentina

Bagi Argentina, Malvinas bukan hanya wilayah yang menjadi sengketa. Kepulauan tersebut memiliki nilai sejarah dan simbolis yang sangat kuat bagi identitas nasional Argentina.

Pemerintah Argentina selama ini terus mempertahankan klaim kedaulatan atas Malvinas melalui jalur diplomasi. Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Argentina, Komite Khusus Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juni 2026 kembali mendorong Argentina dan Inggris untuk melanjutkan perundingan.

Upaya tersebut diarahkan untuk mencari penyelesaian yang damai dan definitif atas sengketa kedaulatan Malvinas.

Dilansir dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Argentina, resolusi tersebut kembali menekankan pentingnya negosiasi bilateral antara Argentina dan Inggris. Seruan agar kedua negara menyelesaikan persoalan Malvinas melalui jalur diplomasi juga telah disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam berbagai kesempatan.

 

BACA JUGA:PM Inggris Minta FIFA Selidiki Spanduk Malvinas yang Diangkat Pemain Argentina

 

Sengketa Malvinas masih belum berakhir

Sengketa Malvinas juga memiliki perspektif berbeda dari masyarakat yang tinggal di kepulauan tersebut. Berdasarkan laporan Reuters, sebagian besar penduduk Falkland Islands mendukung keberlanjutan pemerintahan Inggris.

Sementara itu, Argentina tetap mempertahankan klaimnya atas wilayah tersebut. Argentina menyebut Malvinas sebagai bagian dari warisan wilayah Spanyol setelah kemerdekaan dan menilai pengambilalihan Inggris pada 1833 sebagai tindakan ilegal.

Perbedaan pandangan tersebut membuat sengketa Malvinas hingga kini belum menemukan titik penyelesaian akhir. Meski demikian, berbagai pihak internasional terus mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Rivalitas Argentina dan Inggris kembali menjadi perhatian

Pertandingan antara Argentina dan Inggris memiliki sejarah panjang yang melampaui rivalitas di lapangan sepak bola. Hubungan kedua negara kerap dikaitkan dengan Perang Malvinas, terutama setelah pertemuan mereka pada Piala Dunia 1986.

Kemenangan Argentina dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 pun memiliki makna simbolis bagi sebagian masyarakat Argentina. Momen tersebut semakin menarik perhatian setelah para pemain membawa pesan yang berkaitan dengan klaim Argentina atas Malvinas.

Dikutip berdasarkan laporan Reuters, aksi tersebut membuat isu Malvinas kembali menjadi perbincangan di tengah euforia kemenangan Argentina. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa sejarah dan politik masih memiliki pengaruh kuat terhadap rivalitas olahraga antara Argentina dan Inggris.

Argentina kini berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026. Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada pertandingan berikutnya. Isu Malvinas dan kontroversi spanduk politik yang dibawa pemain Argentina diperkirakan masih akan menjadi sorotan dunia.