Program Kosabangsa Dorong Kopi dan Wisata Pantai Jengglungharjo Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Desa Jengglungharjo di Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Namun selama ini, komoditas kopi dan potensi wisata pantai yang dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), tim dari Universitas Tulungagung bersama Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan ekonomi lokal berbasis kopi dan wisata pantai. Pendekatan yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Pendampingan Kopi dari Hulu hingga Hilir
Program ini melibatkan Pokdarwis Sanggaria dan Kelompok Tani Bambu Runcing sebagai mitra utama. Salah satu kegiatan yang menjadi fokus adalah pendampingan produksi kopi secara menyeluruh, mulai dari budidaya, proses panen, pengolahan pascapanen, hingga pengemasan produk yang siap dipasarkan. Ketua tim pelaksana, Mufidah Diah Lestari, menjelaskan bahwa masyarakat mendapatkan pendampingan agar mampu menghasilkan kopi berkualitas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan pada proses produksi, tetapi juga pada tahap pengemasan sehingga produk kopi yang dihasilkan memiliki daya saing lebih baik di pasar. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Selain itu, para petani juga memperoleh pemahaman baru mengenai teknik petik merah, yaitu metode panen kopi dengan memilih buah yang telah matang sempurna. Pengetahuan ini membantu mereka menghasilkan biji kopi berkualitas lebih baik dan meningkatkan harga jual hasil panen.
Nilai Jual Kopi Meningkat Signifikan
Salah satu dampak nyata dari program ini adalah meningkatnya nilai jual kopi yang dihasilkan masyarakat. Melalui pendampingan pascapanen dan dukungan Teknologi Tepat Guna (TTG), kopi yang sebelumnya dijual dalam bentuk gelondongan dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram kini dapat diolah menjadi roast bean dengan harga mencapai Rp65.000 per kilogram.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pengolahan produk memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi petani. Tidak hanya berhenti pada roast bean, kelompok tani juga mulai mengembangkan kopi bubuk kemasan yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp28.000 untuk kemasan 125 gram. Langkah ini membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat desa melalui produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pengembangan Wisata Pantai Berbasis Masyarakat
Selain sektor kopi, Program Kosabangsa juga memberikan perhatian pada pengembangan wisata desa. Tim pendamping membantu Pokdarwis Sanggaria menyusun paket wisata yang memperkenalkan berbagai destinasi pantai di Desa Jengglungharjo kepada wisatawan.
Penyusunan paket wisata dilakukan agar pengelolaan destinasi menjadi lebih terarah dan profesional. Dengan adanya konsep wisata yang terstruktur, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
Program ini juga mendorong warga untuk lebih aktif dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata yang dimiliki sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung di masa mendatang.
Menjaga Keberlanjutan Program
Agar manfaat program dapat terus dirasakan setelah masa pendampingan berakhir, tim pelaksana turut menyusun modul pembelajaran dan panduan operasional alat yang dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Kehadiran modul tersebut menjadi sarana transfer pengetahuan yang penting untuk memastikan keterampilan yang telah diperoleh tidak hilang dan dapat terus dikembangkan oleh kelompok penerima manfaat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki bekal untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Raih Penghargaan Nasional
Keberhasilan program ini mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025, program pengembangan ekonomi lokal berbasis kopi dan wisata pantai di Desa Jengglungharjo berhasil meraih Juara I Kategori Dampak Pemberdayaan dan Keberlanjutan Masyarakat Terbaik.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan dampak nyata dalam meningkatkan kapasitas warga, mengembangkan produk unggulan desa, serta mengoptimalkan potensi wisata lokal.
Program Kosabangsa di Desa Jengglungharjo menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran dapat menghasilkan perubahan signifikan bagi ekonomi desa. Melalui peningkatan kualitas kopi, pengembangan produk bernilai tambah, serta pengelolaan wisata pantai yang lebih profesional, masyarakat memperoleh peluang baru untuk meningkatkan pendapatan. Keberhasilan yang bahkan mendapat penghargaan nasional ini menjadi contoh bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan apabila didukung pendampingan, inovasi, dan kolaborasi yang tepat.
Sumber Berita:
Dari Kopi hingga Wisata Pantai, Program Kosabangsa Perkuat Ekonomi Lokal Desa Jengglungharjo
Recent Posts
Pengaruh Beban Studi terhadap Produktivitas Mahasiswa... 22.06.2026/25 View
Belgia Gagal Menang, Iran Tahan Imbang... 22.06.2026/20 View
Mesir Bangkit dan Taklukkan Selandia Baru... 22.06.2026/17 View
Giancarlo Esposito Dikabarkan Masuk Islam Saat... 22.06.2026/8 View
