Shin Tae-yong Buka Suara Usai Dijatuhi Hukuman 10 Tahun oleh KFA, Siapkan Langkah Banding


24 Jul 2026/wizdan ulum/berita/67 View

Shin Tae-yong akhirnya memberikan tanggapan setelah Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas selama 10 tahun di seluruh kompetisi dan kegiatan sepak bola yang berada di bawah kewenangan federasi tersebut. Hukuman diberikan karena mantan pelatih Timnas Indonesia itu dinilai melanggar kode etik dan aturan disiplin.

Dilansir dari Channel A melalui VIVA, keputusan tersebut diumumkan pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah KFA menyelesaikan pemeriksaan terhadap rangkaian insiden yang terjadi pada 19 Juli 2026. Besarnya sanksi yang dijatuhkan langsung menjadi perbincangan luas di kalangan pecinta sepak bola karena Shin Tae-yong dikenal sebagai salah satu pelatih berpengalaman di Asia.

Awal Mula Kasus

Menurut Vietnam.vn yang mengutip sejumlah media Korea Selatan, polemik bermula dari beredarnya sebuah video ketika Shin Tae-yong memimpin Ulsan HD. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat melakukan kontak fisik dengan bek tengah Jung Seung-hyun, yang juga merupakan pemain Tim Nasional Korea Selatan.

Video itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai tanggapan. Sebagian publik menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan profesionalisme seorang pelatih, sementara sebagian lainnya beranggapan bahwa insiden tersebut hanyalah bentuk interaksi yang disalahartikan.

Dikutip dari VIVA yang mengutip Channel A, video tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan Komite Disiplin KFA. Setelah menelaah rekaman dan meminta keterangan dari sejumlah pihak, federasi memutuskan menjatuhkan larangan beraktivitas selama 10 tahun kepada Shin Tae-yong karena dinilai melanggar aturan disiplin dan kode etik.

Shin Tae-yong membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sentuhan terhadap Jung Seung-hyun merupakan bentuk sapaan kepada mantan anak asuhnya dan tidak memiliki maksud melakukan kekerasan. Meski telah memberikan klarifikasi, keputusan federasi tetap tidak berubah.

Hubungan dengan Pemain hingga Muncul Isu Profesionalisme

Kontroversi yang dihadapi Shin Tae-yong tidak hanya berkaitan dengan video tersebut. Dikutip dari KBS dan dirangkum detikSport, ia juga mengakui sempat mengalami hubungan yang kurang harmonis dengan beberapa pemain senior Ulsan HD.

Menurut Shin, kondisi tersebut muncul setelah dirinya lebih banyak memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda. Kebijakan itu disebut memicu ketidakpuasan sebagian pemain senior sehingga komunikasi di dalam tim menjadi kurang kondusif.

Di sisi lain, muncul pula isu mengenai profesionalisme Shin Tae-yong. Dilansir dari Vietnam.vn dan dirangkum tvOneNews, sebuah foto yang memperlihatkan tas golf miliknya berada di bus tim Ulsan HD saat menjalani laga tandang sempat viral. Foto tersebut memunculkan tudingan bahwa ia bermain golf di luar jadwal tim sehingga dianggap kurang fokus menjalankan tugas sebagai pelatih.

Namun, Shin Tae-yong membantah tuduhan tersebut. Dalam wawancara yang dikutip KBS dan diberitakan Suara.com, ia menjelaskan bahwa tas golf itu hanya dititipkan di bus untuk dibawa pulang ke rumahnya di Seongnam setelah sebelumnya digunakan. Ia juga menepis tudingan yang menyebut dirinya bersikap kasar kepada pemain dan menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkannya selama ini lebih mengutamakan komunikasi yang dekat dengan seluruh anggota tim.

Meski telah memberikan klarifikasi, berbagai polemik tersebut, ditambah performa Ulsan HD yang menurun, disebut menjadi faktor yang memperbesar tekanan terhadap Shin Tae-yong. Setelah sekitar 65 hari memimpin klub, manajemen akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama dengannya.

Shin Tae-yong Merasa Putusan Belum Sepenuhnya Adil

Menanggapi hukuman yang diterimanya, Shin Tae-yong menyatakan tetap menghormati keputusan Komite Disiplin KFA. Namun, ia menilai proses pemeriksaan belum sepenuhnya mempertimbangkan seluruh fakta yang ada.

Dikutip dari Channel A melalui VIVA, Shin mengaku masih terdapat sejumlah informasi yang belum diungkap secara menyeluruh sehingga menurutnya keputusan tersebut belum mencerminkan keseluruhan peristiwa.

Ia juga mengatakan sebenarnya ingin menyampaikan kronologi secara lebih lengkap, tetapi memilih tidak melakukannya agar tidak menimbulkan dampak terhadap pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Banding Masih Dipertimbangkan

Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya masih mengkaji kemungkinan mengajukan banding atas keputusan KFA. Dilansir dari VIVA, saat ini ia masih berdiskusi dengan tim hukum dan beberapa pihak terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah proses banding benar-benar akan diajukan kepada Komite Disiplin KFA.

Hukuman Berlaku di Kompetisi KFA

Larangan yang dijatuhkan hanya berlaku untuk seluruh aktivitas sepak bola yang berada di bawah yurisdiksi Federasi Sepak Bola Korea Selatan. Dengan demikian, sanksi tersebut tidak otomatis berlaku pada kompetisi atau organisasi sepak bola internasional di luar kewenangan KFA.

Sejumlah pengamat menilai masih terbuka kemungkinan perubahan keputusan apabila proses banding dilakukan dan terdapat pertimbangan baru dari federasi.

Perjalanan Karier Shin Tae-yong

Shin Tae-yong dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses di Asia. Sebelum berkiprah sebagai pelatih, ia mencatat prestasi bersama Seongnam Ilhwa Chunma sebagai pemain, kemudian kembali membawa klub tersebut meraih berbagai gelar ketika menjadi pelatih.

Namanya semakin populer di Indonesia setelah dipercaya menangani Timnas Indonesia pada periode 2020 hingga 2025. Di bawah kepemimpinannya, skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk lolos ke fase gugur Piala Asia AFC serta meningkatkan daya saing Indonesia di berbagai turnamen internasional.

Publik Menantikan Langkah Berikutnya

Kasus yang melibatkan Shin Tae-yong masih menjadi perhatian publik, baik di Korea Selatan maupun Indonesia. Banyak pihak memilih menunggu perkembangan proses banding sebelum memberikan penilaian akhir terhadap keputusan yang telah dijatuhkan KFA.

Hingga saat ini belum ada pernyataan terbaru dari Komite Disiplin KFA terkait kemungkinan perubahan hukuman. Sementara itu, Shin Tae-yong menegaskan akan tetap menghormati proses yang berjalan sembari mempertimbangkan langkah hukum sesuai mekanisme yang berlaku.