Swiss vs Kolombia Berakhir Dramatis, La Nati Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Lewat Adu Penalti

Swiss vs Kolombia menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Swiss berhasil memastikan langkah ke perempat final setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, pada Selasa (8/7/2026 dini) hari WIB tersebut berjalan ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol, tetapi penampilan gemilang para penjaga gawang dan rapatnya pertahanan membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga babak tambahan berakhir.
Jalannya Pertandingan Swiss vs Kolombia
Sejak peluit awal dibunyikan, Kolombia tampil lebih agresif dengan mengandalkan kecepatan lini serang. Tim asuhan Néstor Lorenzo beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Swiss melalui serangan dari sisi sayap. Kolombia mendapatkan peluang pertama pada menit ke-22 melalui situasi bola mati, tetapi lini pertahanan Swiss masih mampu mengantisipasi ancaman tersebut. Setelah jeda hidrasi pada menit ke-24, Kolombia tetap lebih banyak menguasai permainan dan mencoba mencari celah di pertahanan La Nati.
Swiss mulai memberikan tekanan setelah memasuki pertengahan babak pertama. Pada menit ke-35, Dan Ndoye hampir membuka keunggulan Swiss, tetapi peluang tersebut masih mampu dihentikan oleh pertahanan Kolombia. Menjelang akhir babak pertama, Kolombia kembali menciptakan peluang melalui serangan cepat. Namun, penyelesaian akhir dari lini depan La Tricolor belum mampu mengubah keadaan. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka. Swiss tampil lebih berani dalam menyerang dan mulai meningkatkan tekanan ke area pertahanan Kolombia. Pada menit ke-54, Swiss mendapatkan peluang melalui skema serangan dari sisi kanan, tetapi tembakan yang dilepaskan masih belum menemui sasaran. Kolombia kemudian kembali memberikan ancaman. Pada menit ke-67, Jhon Lucumí hampir mencetak gol melalui sundulan, tetapi bola masih membentur mistar gawang Swiss. Peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan terbaik Kolombia sepanjang pertandingan.
Memasuki menit-menit akhir waktu normal, kedua tim semakin berhati-hati. Swiss dan Kolombia sama-sama tidak ingin mengambil risiko besar sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan. Pada babak tambahan, Kolombia kembali memiliki peluang emas. Pada menit ke-96, Gustavo Puerta hampir membawa Kolombia unggul, tetapi peluang tersebut masih gagal dikonversikan menjadi gol. Tidak lama berselang, Jhon Lucumí kembali mengancam melalui sundulan yang masih belum mampu melewati pertahanan Swiss.
Swiss juga berusaha mencuri kemenangan melalui beberapa serangan balik cepat. Namun, hingga 120 menit pertandingan berjalan, tidak ada satu pun gol yang tercipta, sehingga laga harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Swiss Menang Lewat Adu Penalti
Setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Swiss mampu tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan dengan skor 4-3.
Drama terjadi ketika beberapa pemain gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Manuel Akanji gagal mencetak penalti untuk Swiss, sementara Davinson Sánchez dari Kolombia gagal setelah tendangannya membentur mistar gawang dan Cucho Hernandez yang tendangannya berhasil ditepis oleh Gregoe Kobel.
Momen penentu terjadi ketika Ruben Vargas berhasil mencetak penalti kemenangan Swiss, sedangkan kiper Gregor Kobel tampil sebagai pahlawan setelah melakukan penyelamatan penting yang membantu La Nati mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Swiss Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Keberhasilan mengalahkan Kolombia membuat Swiss melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. Pencapaian ini menjadi momen spesial karena Swiss kembali mencapai babak delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Pelatih Swiss, Murat Yakin, menilai mentalitas dan kesabaran para pemain menjadi faktor utama keberhasilan timnya. Kemampuan bertahan dalam tekanan dan tetap fokus hingga adu penalti menjadi kunci kemenangan Swiss.
Kolombia Harus Pulang dengan Kekecewaan
Di sisi lain, Kolombia harus menerima kenyataan tersingkir meski tampil cukup baik sepanjang pertandingan. Tim asal Amerika Selatan tersebut mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya, terutama melalui Jhon Lucumí dan Gustavo Puerta, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencetak gol. Pelatih Kolombia, Néstor Lorenzo, mengakui timnya telah memberikan perlawanan maksimal. Namun, pertandingan yang berjalan ketat membuat satu kesalahan kecil dapat menentukan hasil akhir.
Swiss Hadapi Tantangan Berat di Perempat Final
Setelah melewati pertandingan penuh drama melawan Kolombia, Swiss akan menghadapi tantangan besar berikutnya di babak perempat final. La Nati dijadwalkan bertemu dengan Argentina, juara bertahan yang juga berhasil melaju ke delapan besar setelah mengalahkan Mesir 3-2 dalam laga yang dramatis dan penuh kontroversi. Kemenangan atas Kolombia menjadi bukti bahwa Swiss bukan hanya mengandalkan pertahanan, tetapi juga memiliki mental kuat dalam menghadapi tekanan besar di turnamen internasional. Laga antara Swiss vs Kolombia pun menjadi salah satu laga yang menunjukkan bahwa dalam sepak bola, ketenangan dan keberanian saat momen krusial dapat menentukan hasil akhir pertandingan.
Recent Posts
6 Apakah Ijazah Kuliah Online Sama dengan... 27.12.2026/54 View
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Menjadi... 27.12.2026/48 View
The Complete Guide to Understanding National... 23.12.2026/28 View
Scam Online Berkedok Lowongan Kerja yang... 26.11.2026/43 View
