Kemdiktisaintek dan BAZNAS Perluas Peluang Beasiswa untuk Tingkatkan Akses Pendidikan Tinggi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjajaki peluang kerja sama strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi riset. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi. Selain itu, sinergi kedua lembaga juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di perguruan tinggi.
Fokus Meningkatkan Angka Partisipasi Mahasiswa
Menteri Brian Yuliarto menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung sektor pendidikan. Menurutnya, kerja sama antara Kemdiktisaintek dan BAZNAS dapat menjadi langkah konkret untuk mendukung arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT).
“Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ujar Brian.
Melalui berbagai program pembiayaan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, pemerintah berupaya memastikan lebih banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas.
Pendidikan Menjadi Prioritas BAZNAS
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama lembaganya. Pada tahun ini, BAZNAS mengarahkan program distribusi dan pemberdayaan dengan pendekatan yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kapasitas masyarakat dibandingkan bantuan yang bersifat konsumtif. Menurutnya, BAZNAS berkomitmen menyalurkan dana secara adil dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.
“Komitmen kami sangat tinggi untuk pendidikan. Kami ingin mengalokasikan dana yang optimal untuk masa depan Indonesia melalui program distribusi dan pemberdayaan yang berdampak,” tegas Sodik.
BACA JUGA: Kemdiktisaintek dan UN ESCAP Perkuat Kolaborasi, Siapkan SDM untuk Transisi Energi Berkelanjutan
Beasiswa untuk Mahasiswa Palestina
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS juga memaparkan rencana pemberian beasiswa jenjang magister bagi mahasiswa Palestina yang ingin melanjutkan studi di Indonesia. Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia Palestina, tetapi juga berpotensi meningkatkan reputasi dan indeks perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.
“Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri untuk berkuliah di Indonesia. Dengan fokus pada pendidikan magister, SDM Palestina akan lebih siap untuk membangun kembali negaranya di masa depan,” ujar Idy.
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Kemdiktisaintek. Dengan skema pendanaan berbagi atau cost-sharing yang ditawarkan BAZNAS, kementerian akan mengkoordinasikan program tersebut dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat dan Riset
Selain program beasiswa, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kemdiktisaintek menawarkan keterlibatan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk mendukung program-program BAZNAS di berbagai daerah.
Kegiatan tersebut dapat mencakup pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, kerja sama riset berbasis kampus juga menjadi salah satu agenda yang dibahas untuk memperkuat efektivitas berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS. Melalui pendekatan ini, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial dan pembangunan di masyarakat.
Usulan Beasiswa Parsial bagi Mahasiswa Rentan
Dalam kesempatan yang sama, Kemdiktisaintek turut mengusulkan pengembangan program beasiswa parsial bagi mahasiswa dari keluarga rentan yang belum memenuhi persyaratan sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Skema tersebut diharapkan dapat menjangkau kelompok mahasiswa yang selama ini berada di wilayah abu-abu, yakni mereka yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan tetapi belum masuk kategori penerima bantuan penuh dari pemerintah.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, peluang mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi akan semakin terbuka.
Kerja sama antara Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui program beasiswa, pemberdayaan masyarakat, keterlibatan mahasiswa dalam KKN Tematik, hingga kolaborasi riset, kedua lembaga berupaya menciptakan dampak yang lebih luas bagi pembangunan sumber daya manusia. Sinergi ini juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat di perguruan tinggi serta menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Sumber Berita:
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Perkuat Akses Pendidikan Tinggi
Recent Posts
Mengapa Setiap Mata Kuliah Memiliki Bobot... 18.06.2026/28 View
Inggris Tundukkan Kroasia 4-2 di Laga... 18.06.2026/19 View
Eksekusi Hotel Sultan Diwarnai Kericuhan, Sengketa... 18.06.2026/45 View
Kolombia Taklukkan Uzbekistan 3-1, Luis Diaz... 18.06.2026/14 View
