Kemdiktisaintek dan OIC-COMSTECH Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Negara Muslim

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Organization of Islamic Cooperation – Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation (OIC-COMSTECH) memperkuat komitmen kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan strategis yang digelar di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan yang dipimpin oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dan perwakilan OIC-COMSTECH itu menjadi langkah penting dalam mempererat kolaborasi Indonesia dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi.
Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Pendidikan dan Inovasi
Dalam sambutannya, Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa kemajuan kualitas hidup masyarakat tidak dapat dilepaskan dari peran sains, teknologi, dan inovasi. Namun, menurutnya, kemajuan tersebut harus didukung oleh kolaborasi yang kuat antarlembaga dan antarnegara.
“Sains, teknologi, dan inovasi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Namun, kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata juga menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menjalankan agenda Diktisaintek Berdampak, sebuah program transformasi pendidikan tinggi yang berfokus pada peningkatan kualitas, inklusivitas, daya saing, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dan mahasiswa internasional.
OIC-COMSTECH Soroti Potensi Pendidikan Tinggi Indonesia
Dalam forum tersebut, Coordinator General OIC-COMSTECH, M. Iqbal Choudhary, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan sistem pendidikan tinggi yang terus berkembang. Menurutnya, penguatan kerja sama antar lembaga pendidikan tinggi di negara-negara anggota OIC akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian. Ia menekankan pentingnya mobilitas akademik, pertukaran mahasiswa, dan riset bersama sebagai sarana memperkuat kapasitas sumber daya manusia di negara-negara Muslim.
Rencana 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Negara Anggota OIC
Salah satu agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pemberian 1.000 beasiswa parsial bagi warga negara dari negara-negara anggota OIC untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia. Program tersebut akan difokuskan pada jenjang magister (S2) dan doktoral (S3), sekaligus menjadi upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional. Selain beasiswa, kedua pihak juga membahas pengembangan program post-doctoral dan fellowship yang bertujuan memperkuat jejaring akademik serta mendorong lahirnya inovasi baru melalui kolaborasi lintas negara.
BACA JUGA: Indonesia dan South Australia Perkuat Kemitraan Pendidikan Tinggi, Riset, dan Pengembangan Talenta
Penandatanganan MoU Dijadwalkan November
Sebagai tindak lanjut kerja sama, Kemdiktisaintek dan OIC-COMSTECH berencana melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang ditargetkan berlangsung pada November 2026 mendatang. MoU tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan berbagai program kerja sama strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.
Perluasan Akses Pendidikan bagi Negara yang Menghadapi Konflik
Pertemuan ini juga membahas upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang berasal dari negara-negara anggota OIC yang masih menghadapi konflik maupun keterbatasan akses pendidikan. Dalam pembahasannya, kedua pihak menjajaki berbagai sumber pendanaan pendidikan, termasuk dukungan dari lembaga filantropi, guna menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, dibahas pula berbagai langkah untuk mempermudah akses mahasiswa internasional ke perguruan tinggi Indonesia melalui kebijakan yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi.
Pengembangan Program Pendidikan Fleksibel
Kemdiktisaintek juga mendorong pengembangan berbagai model pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan global. Beberapa program yang menjadi fokus antara lain micro-credential, pendidikan eksekutif, serta penguatan riset pada tingkat doktoral dan pascadoktoral. Program-program tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Peresmian Kantor OIC-COMSTECH di Universitas Airlangga
Sebelum pertemuan strategis berlangsung, telah dilaksanakan peresmian kantor OIC-COMSTECH yang berlokasi di Kampus Universitas Airlangga. Acara tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri. Kehadiran kantor tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi dan pengembangan kerja sama pendidikan, penelitian, serta inovasi antara Indonesia dan negara-negara anggota OIC di masa mendatang.
Kerja sama antara Kemdiktisaintek dan OIC-COMSTECH menandai langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset di dunia Islam. Rencana pemberian 1.000 beasiswa, pengembangan program pasca doktoral, serta perluasan kolaborasi riset menunjukkan komitmen kedua pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan inovasi. Dengan dukungan berbagai program strategis tersebut, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi yang semakin berpengaruh di kawasan dan dunia Muslim.
Sumber Berita:
Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan OIC-COMSTECH
Recent Posts
Benarkah Ijazah Kuliah Mempermudah Akses Pekerjaan?... 19.06.2026/15 View
Swiss Bungkam Bosnia 4-1, Johan Manzambi... 19.06.2026/10 View
Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Gol... 19.06.2026/16 View
Kemdiktisaintek dan OIC-COMSTECH Perkuat Kolaborasi Pendidikan... 19.06.2026/7 View
