Mendiktisaintek Dorong Guru Besar Perkuat Inovasi dan Solusi Berbasis Sains untuk Kemajuan Indonesia


19 Jun 2026/wizdan ulum/Informasi/5 View

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak para guru besar dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung pembangunan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dewan Guru Besar (MDGB) PTN BH yang berlangsung di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jumat (19/6/2026).

Menurut Brian, kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam membangun kemandirian di berbagai sektor strategis, mulai dari energi hingga teknologi. Karena itu, perguruan tinggi dan para guru besar memiliki posisi penting sebagai motor penggerak perubahan melalui riset dan inovasi.

"Kunci kemajuan suatu negara adalah kemandirian, dan lokomotif perubahan itu adalah orang-orang yang mampu menghadirkan solusi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi," tegas Brian.

 

Tantangan Global Membutuhkan Solusi Berbasis Riset

Dalam kesempatan tersebut, Brian menjelaskan bahwa berbagai dinamika geopolitik dan ekonomi dunia saat ini memberikan dampak besar terhadap ketahanan ekonomi banyak negara. Ketergantungan pada teknologi, energi, dan sumber daya dari negara lain menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui penguatan kapasitas nasional.

Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut tidak akan menghasilkan nilai tambah maksimal tanpa dukungan riset berkualitas, inovasi teknologi, hilirisasi industri, serta tata kelola yang efektif. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan berbagai terobosan yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

 

Perguruan Tinggi Diharapkan Dukung Agenda Strategis Pemerintah

Brian juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Beberapa di antaranya meliputi penguatan ketahanan energi, transformasi teknologi, hilirisasi industri, dan peningkatan efisiensi tata kelola nasional. Menurutnya, tantangan tersebut memerlukan solusi berbasis sains yang lahir dari kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, dan pemerintah. Oleh sebab itu, sinergi antar-pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Kampus Sehat Jadi Fokus Rakernas MDGB PTN BH

Rakernas MDGB PTN BH tahun ini mengangkat tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendukung kesehatan serta kesejahteraan seluruh sivitas akademika.

Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyampaikan bahwa kompleksitas tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi saat ini membutuhkan pemikiran strategis dari para guru besar. Ia berharap Rakernas mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya bermanfaat bagi PTN BH, tetapi juga dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional.

 "Perguruan tinggi yang unggul adalah perguruan tinggi yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat," ujar Arief.

 

BACA JUGA: Kemdiktisaintek Dorong Dosen Tembus Pendanaan Global Lewat Workshop Proposal Hibah Internasional

 

Kampus Sehat Harus Menjadi Gerakan Bersama

Ketua MDGB PTN BH, Mindriany Syafila, menjelaskan bahwa konsep kampus sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan kampus. Lebih dari itu, kampus sehat juga mencakup aspek ketahanan mental, sosial, dan ekologis yang menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan berkualitas. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang mampu membangun karakter, memperkuat kesehatan mental, serta mendorong terciptanya hubungan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.

"Kampus sehat bukan sekadar angan-angan, melainkan komitmen nyata yang harus kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar," kata Mindriany.

 

Kemdiktisaintek Perkuat Peran Perguruan Tinggi Lewat Diktisaintek Berdampak

Melalui program Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong perguruan tinggi untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi. Program ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi dunia akademik dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa, mulai dari pembangunan ekonomi hingga keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, peran guru besar sebagai penggerak pemikiran strategis dinilai sangat penting untuk memastikan pendidikan tinggi Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.

 

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi dan para guru besar memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian Indonesia melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi. Di tengah berbagai tantangan global, kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang mampu mendorong kemajuan bangsa. Melalui Rakernas MDGB PTN BH dan program Diktisaintek Berdampak, diharapkan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan nasional semakin kuat dan berkelanjutan.

 

Sumber Berita:

Mendiktisaintek Ajak Guru Besar Hadirkan Solusi Pembangunan Berbasis Iptek